#BeautyReview: Utama Spice Volcano Clay Mask

IMG_1094Salah satu beauty products yang aku beli di Bali Haul aku satu bulan yang lalu adalah Volcano Clay Mask dari Utama Spice ini. Sekarang aku udah re-purchased karena yang aku beli pertama kemaren udah abis karena selama pemakaian sebulan itu aku pakenya lumayan sering, sekitar 3-4 kali dalam seminggu, kadang aku pake buat badan juga, jadinya cepet abis. Nah, kalo aku sampe re-purchase, berarti barangnya menurut gw bagus, it works on me. Udah gak sabaran mau tulis review progress pemakaian aku dengan produk yang satu ini.

Utama Spice adalah brand organic beauty products Indonesia dari Bali yang udah cukup well-established dan banyak mendapatkan review positif di female daily. Produk-produknya organik, paraben free dan no animal testing. Aku sendiri merasa kalo produk-produk dari Utama Spice bisa jadi alternatif dari beauty brands luar yang harganya cukup mahal buat kantong Indonesia, seperti The Body Shop, The Face Shop dan Yves Roches. Selain clay mask, produk lain Utama Spice yang aku pakai adalah face serum, argan oil, yoga mat sprays,virgin coconut oil (VCO) dan essential oils.

IMG_1130Volcano clay mask ini ingredientsnya hanya terbuat dari 100% volcano white clay, seperti yang ditulis di bagian belakang packagingnya. Dengan harga yang cuma Rp 95.000 bisa mendapatkan 150gr clay mask yang mana itu adalah banyaaak banget, apalagi kalo kamu pemakaiannya hanya untuk bagian muka. Volcano clay mask ini bisa digunakan untuk wajah dan tubuh, makanya isinya banyak banget. Di aku sendiri, 150gr itu baru habis setelah aku pakai untuk sekitar 10x maskeran badan, dan berpuluh-puluh kali maskeran muka buat malam dan pagi hari kalo malamnya aku pake night oil (face serum dari Utama Spice), jadi aku perlu mengurangi minyak hasil semalem. Pemakaian untuk wajah hanya memerlukan 1 sendok teh dan untuk seluruh tubuh tergantung seberapa kental masker yang diinginkan.

Yang aku rasakan, muka keliatan lebih cerah (bukan putih ya, karena aku gak suka kulit putih dan gak suka pake produk yang iklan memutihkan kulit dsbg) dan di kulit aku yang tadinya berminyak atau kombinasi (tergantung gaya hidup dan makanan), minyaknya jadi berkurang. Yang paling aku suka adalah pori-pori aku yang tadinya gede jadi mengecil, black head di hidung hilang. Tapi untuk mendapatkan hasil ini, pemakaiannya harus rutin. Kalo aku lagi males, mereka bisa balik lagi. Oh ribetnya terlahir cantik pas-pasan ini!

Pemakaian clay mask sebelum ritual panjang lainnya menurut aku jadi mengoptimalkan hasil kerja produk-produk lain sesudahnya. Kadang kalo malas melanda, aku skip aja, tapi ujug-ujug jadi merasa guilty, apa sih susahnya nyediain waktu 10 menit doank buat maskeran yang toh selama maskeran 10 menit kan bukan berarti gw diam mematung, masih bisa ngelakuin hal yang lain juga, huhuhu..

Kekurangannya menurut aku cuma di bagian rempongnya, apalagi buat orang-orang yang gak suka ribet, karena pemakaian masker yang harus diracik jadi clay dulu dengan air biasa atau air mawar untuk hasil yang lebih baik. Beda dengan sheet masks yang tinggal tempel tanpa dicuci dan masker lain yang tinggal dioles. Terus juga kalo udah kering (dalam 10 menit) maskernya jadi gampang berterbangan dan bertaburan gitu, apalagi kalo maskeran sambil tiduran, wah, bantal jadi penuh putih-putih butiran masker!

Perbandingan dengan clay mask lain yang sudah pernah aku coba adalah dari Bali Alus. Menurut aku Utama Spice jauh lebih berpengaruh di aku dan lebih cepat dibentuk clay ketimbang clay mask dari Bali Alus, yang dari Bali Alus, gak bisa dibuat kental walaupun sebanyak apa pun aku tuang, selalu jadi berbentuk terlalu encer kayak susu. 

Volcano Clay Mask Utama Spice ini bisa didapatkan di situs resmi Utama Spice atau di Sociolla. Have a try, girls! 😀 

 

Advertisements

TouchFive Twin Marker : Alternatif Copic

IMG_1191

Seberapa penting seorang fashion designer untuk bisa gambar? Menurut gw, penting banget! Karena yang membedakan seorang designer dengan tailor adalah kemampuan untuk merancang, baik dalam ilustrasi maupun pattern making, sedangkan tailor hanya menjahit. Kalo sudah mampu menggaji orang lain, nantinya yang mengerjakan proses produksi adalah penjahit, mengikuti pola yang sudah dibuat seorang designer. Makanya menurut gw, ada 3 kemampuan wajib seorang fashion designer; pattern making, basic sewing, dan ngegambar, agar design yang kita mau bisa lebih dimengerti oleh penjahit. Gak perlu perfecto banget (kecuali kalo emang tujuannya pingin jadi fashion illustrator), yang penting gak kayak orang-orangan sawah lah gambarnya.

Jadilah gw mempelajari cara menggambar anatomi fashion, cara menggambar kain dan baju, coloring, flat sketching, dan lain-lain bermodal dari internet, maklum lah miskin. Salah satu alat yang banyak digunakan dan dikoleksi para fashion design gurus itu adalah twin markers, alias spidol dengan dua mata; broad nib dan fine nib. Sebelumnya gw hanya menggunakan watercolor pencils dan spidol faber castle biasa. Tapi kok kurang uwowow ya, mungkin karena gwnya aja yang gak berbakat, jadi harus dimodali lebih. Haha.

Merk twin marker yang ter-recommended adalah Copic, tapi harganya bikin dunia gw terbalik, jadi muram durja. Spidol aja sampe seharga handphone! Keunggulannya katanya bisa direfill, jadi punya brush seumur hidup. Gw suka gambar tapi gak sampe addicted banget, dan hanya sesuai kebutuhan gw aja, jadi gak perlu banget lah ngehedon pake spidol jutaan segala, terlalu mewah buat tangan gw yang rajin cuci piring ini. Jadilah gw cari-cari produk alternatif dari Copic, pilihannya: Finecolor dan Touch. Tapi tetep aja harganya masih terlalu Taj Mahal buat kantong gw. Disaat-saat seperti ini, gw bersyukur Tuhan menciptakan China, karena mereka selalu menciptakan produk knock-off. Salah satunya spidol TouchFive yang niatnya jadi knock-offnya produk ShinHan Touch Twin Brush Marker. Selain merk TouchFive, ada juga Touch New yang harganya sama. Dua merk tersebut bisa ditemukan di Lazada, alias Ali Expressnya Indonesia, tersedia set 30 warna, 40, 60 dan 80 warna. Yang paling mahal, 80 warna, harganya gak lebih dari Rp 700.000, tapi sayangnya duit gw juga gak cukup untuk beli yang 80 warna. Selain itu, kalo beli di Lazada gw harus nunggu sekitar 1 bulan untuk barang sampai, kalo lagi belajar gini, time is money, cuy! Gak bisa gw menyia-nyiakan 1 bulan yang berharga itu untuk menunggu di pagar rumah! Belum lagi banyak review seller yang menjual spidol beberapa sudah kering jadi gak bisa dipake. Untungnya di Instagram gw menemukan akun yang saat itu lagi jual art supplies bekas dia yang masih bagus banget kondisinya, termasuk si spidol TouchFive 60 warna dan marker paper ukuran A4 merk Canson, harga keduanya Rp. 400.000 sajooo… Hoki banget emang gw ini! Hehe. Walopun bekas, seenggaknya gw udah liat color swatch dari spidol-spidolnya jadi terjamin gak ada yang kering.

IMG_1195

Color swatch TouchFive di kertas HVS biasa

IMG_1196

Perbandingan ukuran spidol TouchFive dengan Finecolour. Bagian lancipnya dari Finecolor lebih panjang dan lancip dibanding Touchfive. Nibnya pun terasa lebih lembut. Maklum beda harga.

Set spidol ini dilengkapi dengan tas warna hitam dan gw dikasih bonus spidol color blender merk Finecolor dan pena gel warna putih sama sellernya–terpujilah wahai engkau, sis! Setelah gw coba, gw amazed sama hasilnya karena gw terbiasa pake yang murce maria. Range warnanya juga bagus untuk bikin gradasi. Oia, sebenernya dia ada varian Architecture, Animation dan Illustration, setiap varian percampuran warnanya beda-beda tergantung kebutuhan, contohnya kalo architecture mungkin gak banyak gradasi warna pink seperti varian illustration, lebih banyak warna netral. Warna swatch sama warna di label atasnya juga gak terlalu beda-beda amat lah, ada beberapa sih yang beda jauh. Di bagian kepalanya selain berwarna juga ada tulisan angka dan nama warna, jadi memudahkan untuk ngambilnya. Hasil warna setelah kering bisa berbeda sedikit tergantung kertas yang dipakai, menurut gw sih hasil lebih baik ya jelas di marker paper. Setelah kering, warna juga berbeda ketimbang saat masih basah yang lebih gelap.

IMG_1194

Perbandingan coloring dengan Touch Five dan spidol biasa merk Faber Castle. Kentara kan untuk blending color lebih baik. Gambar baju di sebelah kanan terlihat seolah-olah baju yang gw design terbuat dari jerami.

Untuk masalah percampuran warna, menurut gw sih gak bagus, tapi juga gak jelek, Warnanya masih kentara bordernya walaupun setelah dikasih color blender Finecolor. Tapi yaudah sih maklum aja namanya juga produk jelata.

IMG_1197

Beberapa gambar yang gw buat dengan TouchFive.

So far, kalo untuk kebutuhan, kemampuan dan skill gw yang segala pas-pasan ini, nothing I cant complain about these markers. Malah jadi pingin beli yang 80 warna biar puas ngegambarnya. In conclusion, produk ini recommended banget untuk orang-orang yang masih newbie dan belajar ngegambar. Nanti, kalo udah expert atau udah kaya, baru beli art suplies tingkat dewa.

Yoga Mat Sprays by Utama Spice

IMG_1133It’s very important to keep your yoga mat clean especially if you practice with it often. Not only that the fresh aromatherapeutic smell can energise you but also that you don’t want to get breakouts on your face as a result of a dirty mat.

When I did yoga in Bali, I noticed that almost all the yogis always clean the mats (whether the ones they brought or provided by the studios) before and after use. Most yoga studios provided yoga mat sprays, which is very different from yoga studios and gyms I’ve been to in Lampung and West Sumatra. In fancy gyms I went to, the mats are cleaned by the gym staffs weekly with brush and soaps which can damage the mats obviously. Regular yoga studios also don’t provide any yoga mat cleaning sprays. It feels gross to me that’s why I’d rather use my own. But if you’re a mobile person and do yoga while travelling, bringing your own yoga mat could be a bit troublesome. Using studio’s mats is one easier option. For that reason, having a go-to yoga mat spray could be the solution.

I made my own yoga mat spray with the how-to I learned from the internet, minus the essential oils because I couldn’t find them in West Sumatra. Sometimes I only use wet tissue to clean my mats. But was curious to try this Utama Spice’s Supa Dupa Yoga Mat Spray when I was in Bali because the brand’s other beauty products have stolen my heart and it was not pricey, only Rp 47.000 (US 4$). Then I got a gift package from Utama Spice after I made a review video, so now I have two more yoga mat sprays from Utama Spice; Energizing and Lavender.

I gotta say if compared to my homemade yoga mat sprays, these sprays by Utama Spice smell so much relaxing. It affects my practice and sooth my mind as they’re blended with essential oils. Out of the three variants, my favorite is the Energizing one meanwhile Supa Dupa that I bought is too strong for my nose, that I have to let it dry for some minutes before use to reduce the strong scent.

I have mentioned about this 100% natural beauty brand before in my previous post. It’s super quick and easy to clean your mat with this. You just need to spray it on (spray at about a 15-20 cm distance) wait for like 10 seconds for the spray to settle and then wipe it with paper towel or simply let it dry. What I like is the size that’s so travel friendly and portable.

Even though I like these yoga mat sprays, I don’t think I will repurchase after I finish all of them. Not because I dont like them, I do like them a lot, but I use yoga mat sprays often, I am too stingy to spend regularly on my yoga mat cleaning, haha. I already have essential oils by Utama Spice, so I’d prefer to create my own like I did before, but this time it will smell better coz I will use essential oils!

Freebies from Utama Spice

cIMG_1122

When I visited Bali two weeks ago, that’s the first time I heard about this brand I’ve fallen in love with this Bali-based skincare brand so much! Therefore I made a video about it where I review the organic skincare products that I bought in Bali, most of them are Utama Spice’s products.

And hey, the video has brought me to this gift set from Utama Spice as a thank-you gift for reviewing and choosing their products! Aww, that’s such a honor for me and that’s the first time I got gifts from my video, hehe. That makes me feel appreciated as a newbie youtuber 😀

The package came in a very cute and very Balinese tin box, my mom directly took the box when we unboxed the package. Inside, I got four lovely products that I actually wanted to buy when in Bali, but I decided in the last minutes when in the airport, so I couldn’t find them. Lucky me that the universe attracted them to me! They are:

  1. Yoga Mat Spray Lavender (100 ml);
  2. Yoga Mat Spray Energizing (100 ml);
  3. Argan Oil (30 ml);
  4. Essential Oil Lavender (10 ml).

IMG_1124IMG_1125

I am really fond of organic skincare, skincare from big names such as Kiehl’s or SK-II or whatever pricey brands people are talking about on the internet are not appealing to me, so for years I have been a loyal The Body Shop customer. But the price is always increasing and I am looking for a more affordable alternative, I gotta say Utama Spice is the answer. The range of products is not as big as TBS as TBS has make-up products, while Utama Spice only focuses on body treatment. Their yoga mat sprays are one of the best-selling products, especially in Bali, the Mecca for yoga in Indonesia.

I bought one of the yoga mat spray in my Bali haul, so now I have three, and I’m loving all of them that I am too greedy to share, haha! I will make separated product review for the yoga mat sprays later.

So now I’ve collected several products from Utama Spice and will surely re-purchase them!

IMG_1135

Learn more about and shop Utama Spice from their official page and the Instagram page. Or you can also find them on Sociolla.

#BaliDiary : Organic Skincare Haul

IMG_1091

It’s been a month I didn’t made any writing on this blog karena aku pergi liburan ke Bali selama nearly 2 minggu. Banyak banget cerita yang udah numpuk pingin dibagi, well yang pertama di postingan ini adalah tentang belanjaan aku selama di Bali. Sebenernya aku udah bikin video lengkapnya di youtube channel aku, tapi siapa tau ada yang lagi gak punya kuota (hehe) jadi aku bikin review tertulisnya di sini.

Semua produk di foto itu adalah produk lokal semua dan total belanjaan aku untuk jumlah barang sebanyak itu kurang dari Rp 750.000,- doank lhoo! Murah banget kan kalo dibanding sama beli skincare luar yang belum tentu juga organik dan cocok dengan kulit dan iklim di Asia!

Aku emang suka banget belanja skincare ketimbang make-up, apalagi yang natural, karena aku juga gak pake make-up sehari-hari kecuali lip-cream dan eye-liner. Produk yang paling banyak aku pake adalah The Body Shop, tapi ya you know lah makin lama harga TBS semakin mahal dan aku lagi cari-cari produk yang bisa jadi alternatif TBS. Dan liburan ke Bali kemaren jadi surga banget buat aku karena di Bali udah banyak produk organik buatan lokal yang kualitasnya oke punya dengan harga yang jauh lebih terjangkau buat aku. Ini review jujur ya bukan perez, aku gak ada yang nyesel sama sekali dengan produk-produk di atas, apalagi setelah aku pakai selama lebih dari dua minggu saat tulisan ini dibuat. Beberapa produk udah bikin aku jatuh cinta banget jadi bakal aku bikin review khusus di postingan-postingan selanjutnya. Ini ulasan sesingkat-singkatnya, kalo mau lebih lengkap, tonton di video aku ya!

  1. Face and Body Clay Mask – Utama Spice

IMG_1094

Ini produk pertama yang aku beli, dan aku sukaaaa banget sama hasilnya di kulit aku sampe-sampe mama aku penasaran dan ikutan coba. Bentuknya bubuk tabur seperti bedak, jadi terbang-terbang waktu di buka. Pemakaiannya emang agak rempong karena harus diaduk dengan air biasa atau air mawar sampai berbentuk clay. Setelah kering di muka (dalam 10 menit), bubuknya jadi berjatohan dan terbang-terbang, kadang masuk ke mata, tapi walaupun demikian, it’s worth the effort! Cocok banget buat kulit berminyak dan kombinasi.

Kesimpulan:

(+) bahan alami, harga murah untuk jumlah yang banyak, bisa dipake buat badan dan lama banget habisnya karena banyak, justru lebih awet karena masker bubuk dibanding dengan masker cair, mengecilkan pori-pori, mengurangi jerawat dan minyak.

(-) Harus hati-hati ngebukanya karena bertaburan kemana-mana, apalagi kalo deket kipas angin pas dibuka. Wah, salju deh!

Repurchase?? YES banget

2. Virgin Coconut Oil – Utama Spice

IMG_1104

Gak perlu diragukan lagi kalo VCO banyak banget manfaatnya untuk kulit dan tubuh. Aku pakai VCO untuk massage dan body oil sebagai alternatif body lotion, juga untuk perawatan rambut atau hanya untuk buat kulit coklat aku jadi glowing kayak make tanning oil/ lotion.

(+) Banyak manfaat, ukurannya travel friendly, cepet kering di kulit tapi kilaunya gak hilang, jadi gak membuat risih karena minyak

(-) Lebih mahal dibanding dengan VCO lain yang aku pakai sebelumnya.

Repurchase? YES, karena VCO yang dari merk lain aku hanya gunakan untuk masak dan face cleanser (karena penggunaannya lebih sering, sayang kalo pake yang mahal hehe) sedangkan yang ini hanya untuk body oil.

3. Face Serum – Utama Spice

IMG_1120

Ini best-buy banget! This one deserves one special review!

(+) Dengan harga yang murah, bisa jadi alternatif aku untuk produk Drops of Youth dari TBS yang aku pake tiap malem. Regenerasi kulit dan mengencangkan kulit, bikin awet muda, harga murah dan cepet terserap kulit walau pun teksturnya oil.

(-) Buat yang sensitif sama bau, baunya mungkin bikin kamu gak nyaman.

Repurchase? YES pake banget!

4. Crystal Deodorant – Dukha to Sukha

IMG_1114

Pas baru coba dan liat hasilnya, reaksi aku: “Ya ampun kemana aja gw selama ini gak tau kalo ada produk kece kayak gini yang jadi jodoh paling oke buat ketek gw so far!”

(+) chemical free jadi gak menyebabkan ketiak hitam dan noda kuning/ putih di baju, lebih tahan lama dan tidak berbau.

(-) Harganya pricey dan gak travel friendly, harus dijaga ekstra hati-hati karena packagingnya dari kaca dan crystal deonya juga rawan pecah. Susah nyarinya, di Bali pun gak semua organic store menjual produk ini, di OL shop juga langka.

Repurchase? YES, baru kali ini ada produk deodorant yang cocok banget dan gak efek bikin hitam!

5. Lip Balm Peppermint – Utama Spice

IMG_1118

(+) Harganya murah banget dan gak bikin bibir terlalu berminyak

(-) Baunya menyengat langsung ke bibir

Repurchase? No. Karena bisa pake produk lain seperti ointment atau petroleum jelly dan jarang pake lipbalm kalo keluar rumah

6. Body Scrubs – Bali Alus

IMG_1096

Body scrub adalah jenis produk yang paling sering aku beli dan coba-coba dari berbagai merk, Body scrub dari Bali Alus ini termasuk di body scrub favorit aku peringkat kedua setelah Sari Ayu Kuning Langsat, makanya aku beli sampe tiga segala, hehe.

(+) Kualitas oke dengan harga murah banget, cepet banget mengangkat kotoran, walopun kecil hanya 50gr, tapi aku udah sering pake kok, satu kotaknya cukup untuk 4 kali luluran seluruh badan, ya lumayan lah daripada ke salon.

(-) Harus beli online karena gak semudah merk lulur Bali lainnya yang sudah banyak menjangkau daerah Sumatra Barat

Repurchase? YES!

7. Peeling Cream – Bali Alus

IMG_1103

(+) Mengangkat kotoran lebih dari exfoliating scrubs yang seringnya bikin kulit aku kering. Hasil lebih maksimal kalo dipake sebelum maskeran

(-) Ada rasa panas di kulit aku pas dipake walopun gak menyebabkan break-out sejauh ini.

Repurchase? No. Karena body scrubnya yang milk juga bisa dijadikan peeling cream kok.

8. Body Butter – Bali Alus

IMG_1100

(+) Packagingnya lucu banget dari tin can, jadi bisa dipake kalo udah habis. Harganya murah dan walaupun keliatannya kecil mungil, isinya bisa dipake lama kok, karena teksturnya lebih padat dibanding dengan body butter merk lain yang sakit kentelnya jadi cepet habis. Wanginya enak banget yang strawberry dan tidak lengket di kulit, travel friendly.

(-) Harus beli online (untuk aku 😦 )

Repurchase? Hanya kalo aku ke Bali karena aku juga pake produk lain yang lebih kerasa khasiatnya di kulit aku.

9. Spray Matras Yoga

IMG_1107

(+) Mematikan kuman-kuman di matras yoga, wanginya juga bisa buat relaksasi (bagi yang suka).

(-) Sebenernya yang aku cari bukan yang ini, tapi yang Lavender, tapi karena gak ketemu dan waktu aku mepet, jadi ya udah ambil yang ini aja.

Repurchase? No. Mau coba yang Lavender atau ngeracik sendiri dengan essential oils.

10. Peel-off Face Mask – Vienna

IMG_1110

(+) Pas dipake rasanya enak banget dan adem gitu. Bentuknya kayak slimey dan berwarna sesuai warna kemasan, sehabis dipake beda sensasinya dengan clay mask, lebih enak yang ini sih menurut aku.

(-) Pricey untuk satu kali pake dan susah nyarinya.

Repurchase? Hhhmm.. hanya kalo aku ke Bali dan kalo ketemu.

Aku juga beli essential oils dari Utama Spice dan Bali Alus, tapi belum aku coba jadi belum bisa kasih review. Review selanjutnya aku bakal bahas beberapa dari produk di atas secara terpisah karena aku suka banget sama produknya. Stay tune, girls 😀

Petroleum Jelly vs. Ointment vs. Whatever-You-Call-It

IMG_0032

I’m not really into makeup, but I’m addicted to skincare and body treatment. Karena menurut gw personally, yang akan ngejaga kulit kita pas tua nanti adalah perawatan kulit kita di masa muda. Kalo sekarang, pas kita masih muda ini, efek dari gaya hidup ke kulit dan tubuh emang belom keliatan, semua masih keliatan cantik-cantik aja walopun lo ratu begadang, ngerokok aktif dan full make-up 24 jam. Tapi lihat nanti 10-15 tahun ke depan, when you run into your college friends, you’ll see that pola dan gaya hidup gak akan membohongi fisik.

Jadi, gw koleksi lulur, lotion, etc. Salah satu yang paling gw buru adalah wax multifungsi yang mana beda merk, beda sebutannya, padahal fungsinya hampir sama; sama-sama mengklaim bisa menghilangkan bekas luka, kulit kering, bibir dan kaki pecah-pecah, luka bakar ringan, gigitan serangga, alergi kulit, dan lain-lainnya yang serba wow.

Walopun sebutannya berbeda-beda–Petroleum Jelly lah, Ointment, Solid Oil–kebanyakan sih teksturnya hampir sama, menyerupai wax. Gw udah coba merk Vaseline, Lucas Papaw, The Body Shop, dan Orieflame. Walopun fungsinya relatively sama, tapi gw memilih tiap produk untuk dipake dibagian mana, karena faktor kenyamanan oily atau gaknya dan juga bau. So here’s my review of each product.

  1. Orieflame – Tender Care Balm

IMG_0042

Ini wax multifungsi pertama yang gw coba sedari kuliah. Teksurnya seperti wax gitu karena emang salah satu ingredientsnya adalah beeswax. Bentuknya yang kecil jadi gampang dibawa-bawa, tapi karena kecil (15 ml), jadi cepet abis. Harganya juga agak mahal kalo untuk ukuran ini (karena yang lain ada yang lebih murah dan fungsinya sama, hehe). Banyak yang mengeluh karena ternyata masih menggunakan paraben, tapi kalo menurut gw sih paraben kalo dalam jumlah yang dibatasi ya gapapa. Produknya ampuh untuk mengurangi kulit kering, kayak siku, lutut, ato mata kaki. Tapi gw gak pernah coba make di muka ato pun jerawat, karena sayang bowh kalo dipake semuka, dan gak nyaman juga sama baunya. Skornya dari gw adalah 3 out of 5. Repurchase? Hanya kalo ada diskon 50% deh…

2. Vaseline – Petroleum Jelly

IMG_0044

Dari semua produk, ini yang paling sering gw gunakan. Karena emang yahud dan mujarab, barang wajib semua cewek deh! Harganya juga murah dan gampang ditemukan. Bisa dikombinasikan dengan bahan lain untuk membuat lip scrub, lip balm, dll. Pernah alis gw yang dari sononya udah tebal dicukur sama seorang makeup artist, padahal gw adalah satu2nya fans berat alis gw sendiri yang tebal dan berantakan, karena membuat gw mengandai2 ada bakat Frida Kahlo di dalam diri gw (jreeeng banget dah!). Jadi tiap malem gw olesin sama petroleum jelly yang disisir pake brush bekas maskara yang udah dibersihkan. Alhasil alis lebat berantakan gw kembali lagi dengan  cepat. Sampe sekarang gw pake ini tiap malam sebelum tidur di daerah yang rawan kering juga di kelopak mata, alis dan bulu mata. Tapi, karena penempatannya yang beda-beda, jadi gw selalu punya 2 buah untuk pemakaian yang terpisah, tubuh dan muka. Ya gak enak aja gitu kalo abis diolesin ke kaki, masa mau ditaro dibibir. Karena gak berbau, jadi nyaman dipake di bagian wajah. Gw pernah coba gunain sebagai pengganti night cream, ya jerawatnya emang kempes sih, tapi minyaknya yang gak nahan. Karena kulit muka gw berminyak, jadi kalo pake ini jadi terlalu lembab, walopun siangnya gak dipake, tapi produksi minyak hasil semalam jadi berkelebihan. Overall, I will be its royal customer, but I give it 4.5 karena gak bisa dipake di muka.

3. Lucas Papaw – Ointment

IMG_0046

Ini yang paling baru gw coba karena rayuan teman dan lihat-lihat reviewnya sih bagus. Lucas Papaw ini produk dari Australia, dulu konon katanya susah banget nyarinya, tapi dengan semerbaknya Lazada dan OL shop instagram yang open PO, jarak gak begitu jadi masalah untuk ngedapetin ini. Harganya emang lebih mahal dari Vaseline, tapi kualitasnya mujarab. Malah, kalo untuk lip balm, lebih tahan lama. Kalo pake vaseline, bangun tidur juga udah gak kerasa, tapi pake ini, mau diembat makan bakso juga tetep stay di bibir. Kadang-kadang juga gw pake ini buat overnight face mask, tapi resikonya ke gw sama kayak Vaseline. Jadi kalo malamnya pake ini, paginya dihajar pake masker tea tree dulu. Buat yang punya bayi, direkomendasiin pake ini buat alergi kulit bayi yang biasanya disebabkan karena udara, makanan, dan bahkan diaper. Sulit memilih di antara Lucas Papaw dan petroleum jelly Vaseline, jadi gw pakenya digilir deh kayak poligami. Bedanya gw gak pernah gunain ini ke alis dan bulu mata. Repurchase? Hell yeah!

4. The Body Shop – Wild Argan Solid Oil

IMG_0040

Ini yang paling juara dalam soal harga yang artinya paling mehong untuk sebuah 50 gr solid oil. Ini adalah salah satu produk dari varian wild argan oil yang gw udah pernah coba beautifying oilnya dan membuat gw klepek-klepek. Sayangnya, solid oilnya gak sekeren yang gw ekspektasikan. Pengaplikasiannya susah, berpotensi mengikis terlalu banyak pas ngambil, kan sayang kalo mahal cepet habisnya. Hasilnya ke kulit juga gak kayak Lucas Papaw dan Vaseline. Tapi gw cocok menggunakan solid oil ini untuk rambut, sama seperti beautifying oilnya. Bedanya adalah yang ini gw pakai sebagai pre-wash treatment dipake malam sebelum cuci rambut, dibiarin aja semaleman. Ampuh membuat rambut jadi tambah hitam dan memperbaiki ujung rambut yang kering karena pemakaian hair dryer. Repurchase? Hhhmm… tergantung khilaf.

IMG_0041

Masih ada beberapa produk yang pingin gw coba seperti Nivea Tin Cream made in Germany dan produk merk Lush yang sampe sekarang belum terealisasikan. Kalo ada yang udah pernah coba, bisa kasih info dan testi disini yah 😀