Feb’s Faves: Skincare Drugstore & Organic Murah

cIMG_2037

Semenjak di Bali kemaren, hasrat belanja skincare organic dan drugstore gw terpenuhi karena banyak pilihan tersedia, gak seperti di Sumatra Barat atau Lampung dulu. Yang pasti gw selalu mengincar yang se-natural mungkin dan anti beli yang mahal, dulu gw udah pernah coba produk-produk dari yang mahal sampe yang murah gak jelas karena cuma jadi korban marketing. Dengan pengetahuan yang udah lebih mumpuni, udah fixed deh yang natural memang lebih baik dan cantik–walau pun harus bermodal–gak mesti mahal. Beberapa produk ini udah gw pake selama 2-3 bulanan, so here’s why I like them:

  1. Energizing Day Cream by Himalaya

IMG_2046

Gw emang udah lama banget nyari day cream yang cocok, selama ini pake produk dari Acnes dan BioDerma tapi ngerasa kurang greget karena gak mengandung pelindung dari sinar UV, terlalu ringan untuk di umur aku yang telah meninggalkan usia belia ini, haha… Pertama kali beli agak ragu karena harganya agak mahal juga sih dan packagingnya gak travel friendly, tapi setelah dipakai hasilnya lumayan oke, creamnya cepat meresap dan menahan minyak lebih lama dibanding dua merk sebelumnya.

2. Body Butter by Utama Spice

cIMG_2034

Gw udah ngefans banget lah ya sama brand ini, khusus untuk body butternya gw udah pernah review di postingan sebelumnya, bisa dicheck disini.

3. Face Serum Mineral Botanica

IMG_2043

Face serum ini ternyata penting banget agar manfaat cream-cream setelahnya terserap dengan baik dan lebih maksimal. Sebelumnya gw pake pre-serum dari The Body Shop dari rangkaian Drops of Youth dan gw udah menggunakan itu bertahun-tahun, tapi hanya dipake untuk ritual malam aja, karena mahal ciiinn… jadi pemakaiannya diutamakan di malam hari aja, nasib miskin memang begini lah.. haha. Terus ketemu dengan face serum dari Mineral Botanica ini, ada dua varian face serum; acne untuk wajah berjerawat dan brightening yang fungsinya untuk mencerahkan dan anti-aging. Jangan tertipu dengan kata brightening-nya dan berharap kulit bisa jadi putih, karena sebenarnya yang dimaksud adalah membuat kulit lebih fresh dan lebih kencang.

4. Castor Oil Utama Spice

IMG_2040

As you may know, gw penggemar body oil, dari VCO, olive oil, rose hip oil, dll. Utama Spice yang produk-produknya banyak menggunakan bahan minyak alami adalah salah satu incaran gw. Salah satunya adalah castor oil yang baru gw coba dan baru pertama kali denger tentang castor oil. Castor Oil berasal dari tanaman Riccinus Communis ini memiliki keistimewaan di antaranya:

  • Mengangkat kotoran sisa make-up (bahkan yang waterproof)
  • Low comodogenicity, artinya tidak beresiko menimbulkan komedo/ jerawat
  • Baik untuk rambut dan kulit kepala yang kering
  • Dapat digunakan sebagai pelarut maskara yang kering

5. Baby Skin Pore Eraser by Maybelline

IMG_2045

Cocok untuk bagian hidung yang lebih mudah oil, sebelumnya gw pernah pake Wonderblur dari The Body Shop, tapi mehong bo’… Ternyata produk dari Maybelline ini gak jauh beda kualitasnya, bikin bagian hidung jadi smooth banget dan oil control lebih lama dibanding hanya dengan menggunakan moisturizer aja. Pore erasernya ini diambilnya sedikit aja dan dioleskan hanya dibagian yang pori-porinya lebih terbuka.

6. Micellar Cleansing Water by Garnier

IMG_2041

Micellar water udah booming banget semenjak diperkenalkan oleh Bio Derma yang harganya mahal banget. Emang bener sih, micellar water ini emang terobosan baru yang lebih mengangkat kotoran muka bahkan setelah cuci muka. Namun setelah menghabiskan tiga botol micellar water dari Bio Derma yang tidak ramah di kantong, gw mulai mencari alternatif baru yang lebih murah dan mudah didapatkan di Sumatra Barat, dan pilihan jatoh ke brand Garnier. Awalnya deg-degan takut gak cocok, ternyata kualitasnya gak jauh beda kok, emang sih pake yang BioDerma wanginya lebih harum dan rasanya lebih fresh, tapi untuk masalah pengangkatan kotoran, hasilnya sama kok.

7. Purifying Neem Mask by Himalaya Herbals

IMG_2039

Menurut aku ada dua brand yang bisa jadi alternatif varian Tea Tree dari TBS, yaitu Acnes dan Himalaya. Neem mask ini tekstur dan hasilnya mirip dengan charcoal mask TBS, tapi wanginya lebih nyengat. Aku tadinya sering pake clay mask dari Utama Spice, tapi rempong juga kalo harus diracik dulu, jadilah pilih Neem Mask ini yang bentuknya tube, praktis digunakan, murah, banyak, dan ampuh buat jerawat!

8. Hair Oil by Botaneco Garden

IMG_2042

Berhubung gw gak bisa hidup tanpa hair dryer dan catokan, jadi berbagai vitamin rambut is a must untuk menjaga ujung rambut dan kehitamannya. Kalo menggunkan VCO atau olive oil, rambut jadi berminyak dan lepek, sedangkan kalo pake hair oil dari Botaneco Garden ini membuat rambut lebih berkilau tanpa rasa lepek, wanginya juga harum, botolnya aman dari tumpah. Gw sih lebih suka ini daripada hair oil dari L’Oreal.

Advertisements

#BeautyReview: Body Butter by Utama Spice

cIMG_2034

Beauty brand yang paling sering gw review di blog gw adalah Utama Spice karena I’ve fallen in love with this organic skincare brand! Well, I’m into organic skincare only, gak nafsu deh kalo ngeliat brand-brand lain yang lebih mahal dan lagi hebring, karena menurut gw, untuk apa buang duit mahal-mahal kalo cuma untuk barang-barang kimiawi yang gak natural, belum tentu baik, dan apalagi kalo pake animal testing segala. Yang bikin gw tambah cinta dengan Utama Spice ini adalah karena ini brand Indonesia, made in Bali!

Dulu gw adalah customer The Body Shop, namun sekarang udah selingkuh, hehe. Hanya produk Drops of Youth yang masih gw pake, selebihnya, terutama untuk produk yang berbasis oil, sudah digantikan dengan Utama Spice. Selain karena rasa nasionalisme yang tinggi, harganya jauh lebih murah, kandungan alaminya pun lebih banyak. Difikir-fikir, untuk apa menghabiskan duit untuk produk organic yang diimpor dari negara lain padahal negeri sendiri sangat-sangat kaya raw materials.

Menambah list panjang koleksi Utama Spice gw adalah body butternya yang menjadi salah satu my current faves di semester pertama tahun 2018 ini. Body butter dari Utama Spice saat ini ada lima varian; Rose Allure, Lavender, Tropical Flower, Lemongrass Ginger, dan Cocoa Love. Masing-masing varian memiliki campuran oil yang berbeda-beda yang menentukan wanginya. Terdapat dua size kemasan, yang kecil ukuran 30 gr dengan harga Rp 26.000 dan yang besar ukuran 100 ml dengan harga Rp 83.000. Kecuali untuk varian Cocoa Love, ya… Harganya dua kali lipat lebih mahal, mungkin karena bahan dasarnya Cocoa Seed Butter yang lebih mahal.

Pertama kali coba testernya di store Utama Spice di Ubud, well teksturnya beda banget dengan body butter yang banyak di pasaran Indonesia. Kalo body butter lain umumnya teksturnya lotion yang lengket, body butter Utama spice lebih mirip butter dan berkesan oily, ya karena bahan utamanya memang minyak, yaitu Virgin Coconut Oil yang sangat baik untuk kulit. Awalnya ngerasa aneh emang, takutnya lengket-lengket gitu, namun ternyata enggak banget! Minyaknya langsung lumer di kulit dan membuat kulit coklat gw terlihat mengkilap seperti abis pake tanning oil namun tanpa rasa lengket! Namun baunya gak selembut produk lain seperti TBS, makanya aku cuma beli yang Rose Allure dan Tropical Flower yang menurut aku wanginya gak terlalu strong.

Berbeda dengan varian yang lain, Cocoa Love teksturnya sangat-sangat padat seperti balm. Wanginya harum coklat banget sehingga biking ngidam Silverqueen setiap kali dibuka, hehe. Karena soliditynya, gw pun makenya harus mengikis pake kuku bagian luar dulu baru dioleskan ke tubuh. Hasilnya di kulit gak nampak kilau minyak seperti yang lain, namun wanginya tahan lama dan bikin kulit lembut. Tapi aku mensejajarkan Cocoa Love ini dengan Petroleum Jelly, Lucas Papaw dan kawan-kawan yang lebih sering digunakan untuk kulit-kulit kasar seperti di siku, telapak kaki, lutut, dll. Kenapa? Karena harganya mahal, hehe.. padahal enak banget kalo kulit jadi wangi-wangi coklat gitu.

Untuk harga segitu, mungkin banyak yang merasa ukurannya terlalu mini. Namun sebenarnya kalo kamu memakainya dengan cara yang benar, akan bertahan lama. Karena kita gak perlu make banyak-banyak seperti body lotion, cukup tipis-tipis aja saat dibalur akan merata ke bagian yang lain. Buat aku yang rajin menggunakan body butter setiap hari saja, yang ukuran 30gr itu bisa bertahan untuk 2-3 minggu. Oia, body butter ini juga dibundle menjadi gift set yang lucu banget dengan tin can khas Bali, cocok buat jadi oleh-oleh dari Bali! Pemesanan produk bisa langsung di situs resmi Utama Spice atau lewat IG mereka.

Review produk Utama Spice yang lain di blog aku:

Finecolour: Twin Marker Pemula Alternatif Copic

IMG_1554

Semenjak beli twin marker merk TouchFive di akhir tahun 2017 yang lalu (baca reviewnya disini–Red), gw sudah lebih sering menggambar menggunakan spidol dibanding alat pewarna yang lain, berhubung juga karena tuntuan pekerjaan (*duilee…).

Walopun suka seni, tapi kemampuan gw hanya a lil’ bit of everything, termasuk menggambar, jadi gw termasuk level pemula lah ya… Untuk orang-orang seperti gw, yang pemula atau keterbatasan dana, lebih baik mencoba dengan alat gambar yang gak mahal-mahal dulu, makanya kemaren gw memutuskan untuk beli twin marker merk TouchFive yang harga set 60 warnanya masih terjangkau sama gw, itu pun gw beli secondhand udh sama buku gambar Canson dengan hanya Rp 400.000.

IMG_1559

Namun akhirnya gw tergiur dengan merk Finecolor karena color rangenya yang lebih banyak, dan blending warnanya lebih smooth daripada merk TouchFive walau pun keduanya berasal dari negara yang sama alias Cina (yaiyalah ya, wong beda harga). Sama seperti TouchFive, Finecolor adalah alcohol-based marker yang lebih murah daripada Copic –>> twin marker kasta bangsawan, per piece nya harga Rp 45.000! Selain harga, perbedaanya dengan TouchFive adalah Finecolor bisa dibeli satuan sedangkan TouchFive dan TouchNew harus per set. Sepertinya, kalo diurut berdasarkan kasta, kasta tertinggi setelah Copic adalah Finecolour, disusul TouchNew dan terakhir TouchFive.

Twin marker Finecolour ada dua variant, yang casenya warna hitam dan warna putih. Yang warna hitam harganya lebih mahal, Rp 25.000, karena ada brush nib yang lebih empuk dan enak digunakan untuk hasil yang lebih smooth. Sedangkan yang warna putih, harganya Rp 15.000/ piece. Karena saking sukanya sama range warnanya, jadi gw udah mulai nyicil mengkoleksi Finecolour, namun baru mampu yang warna putih aja, itu pun rasanya udah tekor karena dibanding pembelian twin marker sebelumnya.

Kalau dari penampakan luar, design twin marker hampir-hampir mirip satu sama lain, dengan nama dan nomor warna tertera di ujung-ujung tutup spidol. Perbedaannya dengan TouchFive, kepala tutupnya berbeda bentuk pada masing-masing ujung untuk membantu memudahkan pengguna membedakan mana yang broad nib dan nib yang lancip. Tutup spidol bagian broad nib bentuknya kotak, sedangkan yang lancip berbentuk oval. Di bagian badan spidol juga diberikan tanda garis abu-abu untuk ujung yang lancip. Hal ini mungkin terkesan remeh-temeh, tapi membuktikan kualitas produsen yang memikirkan kenyamanan penggunanya dengan mendetail.

IMG_1568.JPG

Alasan utama kenapa awalnya gw membeli Finecolour adalah karena mencari tone kulit yang lebih natural. Variant warna kulit dari set TouchFive yang gw punya terlalu pink dan gradasi warna kurang lengkap.

IMG_1571

Perbedaan ukuran nib. Atas: TouchFive, tengah: Finecolour Rp 25.000, bawah: Finecolour Rp 15.000

IMG_1582

Perbandingan tone warna kulit merk TouchFive dan Finecolour. Tone kulit merk Finecolour gw kurang lengkap karena warna-warna yang gw mau ada yang sold-out.

Finecolour juga lebih mudah ditemukan di art supply shops di Bali (entah lah ya kalau di Padang), atau juga bisa beli satuan via online, tapi gak enaknya gak bisa dicoba dong ya, hiks!

Overall, untuk beginner’s level, twin marker ini recommended banget. Tapi kalo kalian emang hobi banget gambar dan menggambar hampir setiap hari, mendingan dicicil langsung merk Copic, karena kelebihan Copic bisa di refill tintanya, sedangkan merk lain harus beli lagi.

Happy playing with colors, guys!

#BeautyReview: Utama Spice Volcano Clay Mask

IMG_1094Salah satu beauty products yang aku beli di Bali Haul aku satu bulan yang lalu adalah Volcano Clay Mask dari Utama Spice ini. Sekarang aku udah re-purchased karena yang aku beli pertama kemaren udah abis karena selama pemakaian sebulan itu aku pakenya lumayan sering, sekitar 3-4 kali dalam seminggu, kadang aku pake buat badan juga, jadinya cepet abis. Nah, kalo aku sampe re-purchase, berarti barangnya menurut gw bagus, it works on me. Udah gak sabaran mau tulis review progress pemakaian aku dengan produk yang satu ini.

Utama Spice adalah brand organic beauty products Indonesia dari Bali yang udah cukup well-established dan banyak mendapatkan review positif di female daily. Produk-produknya organik, paraben free dan no animal testing. Aku sendiri merasa kalo produk-produk dari Utama Spice bisa jadi alternatif dari beauty brands luar yang harganya cukup mahal buat kantong Indonesia, seperti The Body Shop, The Face Shop dan Yves Roches. Selain clay mask, produk lain Utama Spice yang aku pakai adalah face serum, argan oil, yoga mat sprays,virgin coconut oil (VCO) dan essential oils.

IMG_1130Volcano clay mask ini ingredientsnya hanya terbuat dari 100% volcano white clay, seperti yang ditulis di bagian belakang packagingnya. Dengan harga yang cuma Rp 95.000 bisa mendapatkan 150gr clay mask yang mana itu adalah banyaaak banget, apalagi kalo kamu pemakaiannya hanya untuk bagian muka. Volcano clay mask ini bisa digunakan untuk wajah dan tubuh, makanya isinya banyak banget. Di aku sendiri, 150gr itu baru habis setelah aku pakai untuk sekitar 10x maskeran badan, dan berpuluh-puluh kali maskeran muka buat malam dan pagi hari kalo malamnya aku pake night oil (face serum dari Utama Spice), jadi aku perlu mengurangi minyak hasil semalem. Pemakaian untuk wajah hanya memerlukan 1 sendok teh dan untuk seluruh tubuh tergantung seberapa kental masker yang diinginkan.

Yang aku rasakan, muka keliatan lebih cerah (bukan putih ya, karena aku gak suka kulit putih dan gak suka pake produk yang iklan memutihkan kulit dsbg) dan di kulit aku yang tadinya berminyak atau kombinasi (tergantung gaya hidup dan makanan), minyaknya jadi berkurang. Yang paling aku suka adalah pori-pori aku yang tadinya gede jadi mengecil, black head di hidung hilang. Tapi untuk mendapatkan hasil ini, pemakaiannya harus rutin. Kalo aku lagi males, mereka bisa balik lagi. Oh ribetnya terlahir cantik pas-pasan ini!

Pemakaian clay mask sebelum ritual panjang lainnya menurut aku jadi mengoptimalkan hasil kerja produk-produk lain sesudahnya. Kadang kalo malas melanda, aku skip aja, tapi ujug-ujug jadi merasa guilty, apa sih susahnya nyediain waktu 10 menit doank buat maskeran yang toh selama maskeran 10 menit kan bukan berarti gw diam mematung, masih bisa ngelakuin hal yang lain juga, huhuhu..

Kekurangannya menurut aku cuma di bagian rempongnya, apalagi buat orang-orang yang gak suka ribet, karena pemakaian masker yang harus diracik jadi clay dulu dengan air biasa atau air mawar untuk hasil yang lebih baik. Beda dengan sheet masks yang tinggal tempel tanpa dicuci dan masker lain yang tinggal dioles. Terus juga kalo udah kering (dalam 10 menit) maskernya jadi gampang berterbangan dan bertaburan gitu, apalagi kalo maskeran sambil tiduran, wah, bantal jadi penuh putih-putih butiran masker!

Perbandingan dengan clay mask lain yang sudah pernah aku coba adalah dari Bali Alus. Menurut aku Utama Spice jauh lebih berpengaruh di aku dan lebih cepat dibentuk clay ketimbang clay mask dari Bali Alus, yang dari Bali Alus, gak bisa dibuat kental walaupun sebanyak apa pun aku tuang, selalu jadi berbentuk terlalu encer kayak susu. 

Volcano Clay Mask Utama Spice ini bisa didapatkan di situs resmi Utama Spice atau di Sociolla. Have a try, girls! 😀 

 

TouchFive Twin Marker : Alternatif Copic

IMG_1191

Seberapa penting seorang fashion designer untuk bisa gambar? Menurut gw, penting banget! Karena yang membedakan seorang designer dengan tailor adalah kemampuan untuk merancang, baik dalam ilustrasi maupun pattern making, sedangkan tailor hanya menjahit. Kalo sudah mampu menggaji orang lain, nantinya yang mengerjakan proses produksi adalah penjahit, mengikuti pola yang sudah dibuat seorang designer. Makanya menurut gw, ada 3 kemampuan wajib seorang fashion designer; pattern making, basic sewing, dan ngegambar, agar design yang kita mau bisa lebih dimengerti oleh penjahit. Gak perlu perfecto banget (kecuali kalo emang tujuannya pingin jadi fashion illustrator), yang penting gak kayak orang-orangan sawah lah gambarnya.

Jadilah gw mempelajari cara menggambar anatomi fashion, cara menggambar kain dan baju, coloring, flat sketching, dan lain-lain bermodal dari internet, maklum lah miskin. Salah satu alat yang banyak digunakan dan dikoleksi para fashion design gurus itu adalah twin markers, alias spidol dengan dua mata; broad nib dan fine nib. Sebelumnya gw hanya menggunakan watercolor pencils dan spidol faber castle biasa. Tapi kok kurang uwowow ya, mungkin karena gwnya aja yang gak berbakat, jadi harus dimodali lebih. Haha.

Merk twin marker yang ter-recommended adalah Copic, tapi harganya bikin dunia gw terbalik, jadi muram durja. Spidol aja sampe seharga handphone! Keunggulannya katanya bisa direfill, jadi punya brush seumur hidup. Gw suka gambar tapi gak sampe addicted banget, dan hanya sesuai kebutuhan gw aja, jadi gak perlu banget lah ngehedon pake spidol jutaan segala, terlalu mewah buat tangan gw yang rajin cuci piring ini. Jadilah gw cari-cari produk alternatif dari Copic, pilihannya: Finecolor dan Touch. Tapi tetep aja harganya masih terlalu Taj Mahal buat kantong gw. Disaat-saat seperti ini, gw bersyukur Tuhan menciptakan China, karena mereka selalu menciptakan produk knock-off. Salah satunya spidol TouchFive yang niatnya jadi knock-offnya produk ShinHan Touch Twin Brush Marker. Selain merk TouchFive, ada juga Touch New yang harganya sama. Dua merk tersebut bisa ditemukan di Lazada, alias Ali Expressnya Indonesia, tersedia set 30 warna, 40, 60 dan 80 warna. Yang paling mahal, 80 warna, harganya gak lebih dari Rp 700.000, tapi sayangnya duit gw juga gak cukup untuk beli yang 80 warna. Selain itu, kalo beli di Lazada gw harus nunggu sekitar 1 bulan untuk barang sampai, kalo lagi belajar gini, time is money, cuy! Gak bisa gw menyia-nyiakan 1 bulan yang berharga itu untuk menunggu di pagar rumah! Belum lagi banyak review seller yang menjual spidol beberapa sudah kering jadi gak bisa dipake. Untungnya di Instagram gw menemukan akun yang saat itu lagi jual art supplies bekas dia yang masih bagus banget kondisinya, termasuk si spidol TouchFive 60 warna dan marker paper ukuran A4 merk Canson, harga keduanya Rp. 400.000 sajooo… Hoki banget emang gw ini! Hehe. Walopun bekas, seenggaknya gw udah liat color swatch dari spidol-spidolnya jadi terjamin gak ada yang kering.

IMG_1195

Color swatch TouchFive di kertas HVS biasa

IMG_1196

Perbandingan ukuran spidol TouchFive dengan Finecolour. Bagian lancipnya dari Finecolor lebih panjang dan lancip dibanding Touchfive. Nibnya pun terasa lebih lembut. Maklum beda harga.

Set spidol ini dilengkapi dengan tas warna hitam dan gw dikasih bonus spidol color blender merk Finecolor dan pena gel warna putih sama sellernya–terpujilah wahai engkau, sis! Setelah gw coba, gw amazed sama hasilnya karena gw terbiasa pake yang murce maria. Range warnanya juga bagus untuk bikin gradasi. Oia, sebenernya dia ada varian Architecture, Animation dan Illustration, setiap varian percampuran warnanya beda-beda tergantung kebutuhan, contohnya kalo architecture mungkin gak banyak gradasi warna pink seperti varian illustration, lebih banyak warna netral. Warna swatch sama warna di label atasnya juga gak terlalu beda-beda amat lah, ada beberapa sih yang beda jauh. Di bagian kepalanya selain berwarna juga ada tulisan angka dan nama warna, jadi memudahkan untuk ngambilnya. Hasil warna setelah kering bisa berbeda sedikit tergantung kertas yang dipakai, menurut gw sih hasil lebih baik ya jelas di marker paper. Setelah kering, warna juga berbeda ketimbang saat masih basah yang lebih gelap.

IMG_1194

Perbandingan coloring dengan Touch Five dan spidol biasa merk Faber Castle. Kentara kan untuk blending color lebih baik. Gambar baju di sebelah kanan terlihat seolah-olah baju yang gw design terbuat dari jerami.

Untuk masalah percampuran warna, menurut gw sih gak bagus, tapi juga gak jelek, Warnanya masih kentara bordernya walaupun setelah dikasih color blender Finecolor. Tapi yaudah sih maklum aja namanya juga produk jelata.

IMG_1197

Beberapa gambar yang gw buat dengan TouchFive.

So far, kalo untuk kebutuhan, kemampuan dan skill gw yang segala pas-pasan ini, nothing I cant complain about these markers. Malah jadi pingin beli yang 80 warna biar puas ngegambarnya. In conclusion, produk ini recommended banget untuk orang-orang yang masih newbie dan belajar ngegambar. Nanti, kalo udah expert atau udah kaya, baru beli art suplies tingkat dewa.

Freebies from Utama Spice

cIMG_1122

When I visited Bali two weeks ago, that’s the first time I heard about this brand I’ve fallen in love with this Bali-based skincare brand so much! Therefore I made a video about it where I review the organic skincare products that I bought in Bali, most of them are Utama Spice’s products.

And hey, the video has brought me to this gift set from Utama Spice as a thank-you gift for reviewing and choosing their products! Aww, that’s such a honor for me and that’s the first time I got gifts from my video, hehe. That makes me feel appreciated as a newbie youtuber 😀

The package came in a very cute and very Balinese tin box, my mom directly took the box when we unboxed the package. Inside, I got four lovely products that I actually wanted to buy when in Bali, but I decided in the last minutes when in the airport, so I couldn’t find them. Lucky me that the universe attracted them to me! They are:

  1. Yoga Mat Spray Lavender (100 ml);
  2. Yoga Mat Spray Energizing (100 ml);
  3. Argan Oil (30 ml);
  4. Essential Oil Lavender (10 ml).

IMG_1124IMG_1125

I am really fond of organic skincare, skincare from big names such as Kiehl’s or SK-II or whatever pricey brands people are talking about on the internet are not appealing to me, so for years I have been a loyal The Body Shop customer. But the price is always increasing and I am looking for a more affordable alternative, I gotta say Utama Spice is the answer. The range of products is not as big as TBS as TBS has make-up products, while Utama Spice only focuses on body treatment. Their yoga mat sprays are one of the best-selling products, especially in Bali, the Mecca for yoga in Indonesia.

I bought one of the yoga mat spray in my Bali haul, so now I have three, and I’m loving all of them that I am too greedy to share, haha! I will make separated product review for the yoga mat sprays later.

So now I’ve collected several products from Utama Spice and will surely re-purchase them!

IMG_1135

Learn more about and shop Utama Spice from their official page and the Instagram page. Or you can also find them on Sociolla.

#BaliDiary : Organic Skincare Haul

IMG_1091

It’s been a month I didn’t made any writing on this blog karena aku pergi liburan ke Bali selama nearly 2 minggu. Banyak banget cerita yang udah numpuk pingin dibagi, well yang pertama di postingan ini adalah tentang belanjaan aku selama di Bali. Sebenernya aku udah bikin video lengkapnya di youtube channel aku, tapi siapa tau ada yang lagi gak punya kuota (hehe) jadi aku bikin review tertulisnya di sini.

Semua produk di foto itu adalah produk lokal semua dan total belanjaan aku untuk jumlah barang sebanyak itu kurang dari Rp 750.000,- doank lhoo! Murah banget kan kalo dibanding sama beli skincare luar yang belum tentu juga organik dan cocok dengan kulit dan iklim di Asia!

Aku emang suka banget belanja skincare ketimbang make-up, apalagi yang natural, karena aku juga gak pake make-up sehari-hari kecuali lip-cream dan eye-liner. Produk yang paling banyak aku pake adalah The Body Shop, tapi ya you know lah makin lama harga TBS semakin mahal dan aku lagi cari-cari produk yang bisa jadi alternatif TBS. Dan liburan ke Bali kemaren jadi surga banget buat aku karena di Bali udah banyak produk organik buatan lokal yang kualitasnya oke punya dengan harga yang jauh lebih terjangkau buat aku. Ini review jujur ya bukan perez, aku gak ada yang nyesel sama sekali dengan produk-produk di atas, apalagi setelah aku pakai selama lebih dari dua minggu saat tulisan ini dibuat. Beberapa produk udah bikin aku jatuh cinta banget jadi bakal aku bikin review khusus di postingan-postingan selanjutnya. Ini ulasan sesingkat-singkatnya, kalo mau lebih lengkap, tonton di video aku ya!

  1. Face and Body Clay Mask – Utama Spice

IMG_1094

Ini produk pertama yang aku beli, dan aku sukaaaa banget sama hasilnya di kulit aku sampe-sampe mama aku penasaran dan ikutan coba. Bentuknya bubuk tabur seperti bedak, jadi terbang-terbang waktu di buka. Pemakaiannya emang agak rempong karena harus diaduk dengan air biasa atau air mawar sampai berbentuk clay. Setelah kering di muka (dalam 10 menit), bubuknya jadi berjatohan dan terbang-terbang, kadang masuk ke mata, tapi walaupun demikian, it’s worth the effort! Cocok banget buat kulit berminyak dan kombinasi.

Kesimpulan:

(+) bahan alami, harga murah untuk jumlah yang banyak, bisa dipake buat badan dan lama banget habisnya karena banyak, justru lebih awet karena masker bubuk dibanding dengan masker cair, mengecilkan pori-pori, mengurangi jerawat dan minyak.

(-) Harus hati-hati ngebukanya karena bertaburan kemana-mana, apalagi kalo deket kipas angin pas dibuka. Wah, salju deh!

Repurchase?? YES banget

2. Virgin Coconut Oil – Utama Spice

IMG_1104

Gak perlu diragukan lagi kalo VCO banyak banget manfaatnya untuk kulit dan tubuh. Aku pakai VCO untuk massage dan body oil sebagai alternatif body lotion, juga untuk perawatan rambut atau hanya untuk buat kulit coklat aku jadi glowing kayak make tanning oil/ lotion.

(+) Banyak manfaat, ukurannya travel friendly, cepet kering di kulit tapi kilaunya gak hilang, jadi gak membuat risih karena minyak

(-) Lebih mahal dibanding dengan VCO lain yang aku pakai sebelumnya.

Repurchase? YES, karena VCO yang dari merk lain aku hanya gunakan untuk masak dan face cleanser (karena penggunaannya lebih sering, sayang kalo pake yang mahal hehe) sedangkan yang ini hanya untuk body oil.

3. Face Serum – Utama Spice

IMG_1120

Ini best-buy banget! This one deserves one special review!

(+) Dengan harga yang murah, bisa jadi alternatif aku untuk produk Drops of Youth dari TBS yang aku pake tiap malem. Regenerasi kulit dan mengencangkan kulit, bikin awet muda, harga murah dan cepet terserap kulit walau pun teksturnya oil.

(-) Buat yang sensitif sama bau, baunya mungkin bikin kamu gak nyaman.

Repurchase? YES pake banget!

4. Crystal Deodorant – Dukha to Sukha

IMG_1114

Pas baru coba dan liat hasilnya, reaksi aku: “Ya ampun kemana aja gw selama ini gak tau kalo ada produk kece kayak gini yang jadi jodoh paling oke buat ketek gw so far!”

(+) chemical free jadi gak menyebabkan ketiak hitam dan noda kuning/ putih di baju, lebih tahan lama dan tidak berbau.

(-) Harganya pricey dan gak travel friendly, harus dijaga ekstra hati-hati karena packagingnya dari kaca dan crystal deonya juga rawan pecah. Susah nyarinya, di Bali pun gak semua organic store menjual produk ini, di OL shop juga langka.

Repurchase? YES, baru kali ini ada produk deodorant yang cocok banget dan gak efek bikin hitam!

5. Lip Balm Peppermint – Utama Spice

IMG_1118

(+) Harganya murah banget dan gak bikin bibir terlalu berminyak

(-) Baunya menyengat langsung ke bibir

Repurchase? No. Karena bisa pake produk lain seperti ointment atau petroleum jelly dan jarang pake lipbalm kalo keluar rumah

6. Body Scrubs – Bali Alus

IMG_1096

Body scrub adalah jenis produk yang paling sering aku beli dan coba-coba dari berbagai merk, Body scrub dari Bali Alus ini termasuk di body scrub favorit aku peringkat kedua setelah Sari Ayu Kuning Langsat, makanya aku beli sampe tiga segala, hehe.

(+) Kualitas oke dengan harga murah banget, cepet banget mengangkat kotoran, walopun kecil hanya 50gr, tapi aku udah sering pake kok, satu kotaknya cukup untuk 4 kali luluran seluruh badan, ya lumayan lah daripada ke salon.

(-) Harus beli online karena gak semudah merk lulur Bali lainnya yang sudah banyak menjangkau daerah Sumatra Barat

Repurchase? YES!

7. Peeling Cream – Bali Alus

IMG_1103

(+) Mengangkat kotoran lebih dari exfoliating scrubs yang seringnya bikin kulit aku kering. Hasil lebih maksimal kalo dipake sebelum maskeran

(-) Ada rasa panas di kulit aku pas dipake walopun gak menyebabkan break-out sejauh ini.

Repurchase? No. Karena body scrubnya yang milk juga bisa dijadikan peeling cream kok.

8. Body Butter – Bali Alus

IMG_1100

(+) Packagingnya lucu banget dari tin can, jadi bisa dipake kalo udah habis. Harganya murah dan walaupun keliatannya kecil mungil, isinya bisa dipake lama kok, karena teksturnya lebih padat dibanding dengan body butter merk lain yang sakit kentelnya jadi cepet habis. Wanginya enak banget yang strawberry dan tidak lengket di kulit, travel friendly.

(-) Harus beli online (untuk aku 😦 )

Repurchase? Hanya kalo aku ke Bali karena aku juga pake produk lain yang lebih kerasa khasiatnya di kulit aku.

9. Spray Matras Yoga

IMG_1107

(+) Mematikan kuman-kuman di matras yoga, wanginya juga bisa buat relaksasi (bagi yang suka).

(-) Sebenernya yang aku cari bukan yang ini, tapi yang Lavender, tapi karena gak ketemu dan waktu aku mepet, jadi ya udah ambil yang ini aja.

Repurchase? No. Mau coba yang Lavender atau ngeracik sendiri dengan essential oils.

10. Peel-off Face Mask – Vienna

IMG_1110

(+) Pas dipake rasanya enak banget dan adem gitu. Bentuknya kayak slimey dan berwarna sesuai warna kemasan, sehabis dipake beda sensasinya dengan clay mask, lebih enak yang ini sih menurut aku.

(-) Pricey untuk satu kali pake dan susah nyarinya.

Repurchase? Hhhmm.. hanya kalo aku ke Bali dan kalo ketemu.

Aku juga beli essential oils dari Utama Spice dan Bali Alus, tapi belum aku coba jadi belum bisa kasih review. Review selanjutnya aku bakal bahas beberapa dari produk di atas secara terpisah karena aku suka banget sama produknya. Stay tune, girls 😀